Kitab Suci Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalawallahu’alaihi wasallam tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur. Sejak ayat pertama sampai ayat terakhir memakan waktu 22 tahun 2bulan 22 hari.

Setiap ayat turun langsung di sampaikan Nabi kepada para sahabatnya. Diantara sahabat-sahabat  beliau ada yang mencatat dan ada pula yang menghafalnya. Ayat itu di catat pada pelepah kurma, tulang-tulang , kulit, karena alat tulis yang kita kenal seperti sekarang waktu itu belum ada

Pencatat wahyu terkenal diantaranya : Zaid bin Tsabit dan Usman bin Affan. Zaid bin Tsabit adalah juru tulis Nabi. Setelah Nabi wafat, AlQur’an tetap di jaga kemurniannya oleh para sahabat beliau. Pada masa pemerintahan Abu Bakar Shiddiq ayat-ayat Al-Qur’an sudah mulai dikumpulkan. Kemudian pada pemerintahan Usman bin Affan baru mulai di bukukan, disalin dari lembaran-lembaran dan catatan-catatan yang sudah di kumpulkan pada masa Abu Bakar r.a.

Setelah selesai satu naskah yang lengkap, kemudian di salin beberapa buah lagi untuk di kirim ke daerah-daerah yang jauh dari ibukota Madinah. Mushaf yang ditulis di masa Usman bin Affan itu yang disebut Mushaf al-imam

Sesudah itu banyak orang menyalin Al-Qur’an dengan tulisan tangan karena percetakan pada masa itu belum ada.

Al-Qur’an mulai di cetak pada tahun 1694 di Hamburg, Jerman Barat. Al-Qur’an yang sudah di cetak, di teliti kembali, agar tidak terdapat kekeliruan.

Setiap masa atau zaman ada saja orang yang hafal Al-Qur’an. Mereka itulah yang meneliti dan dengan segera mereka mengetahui bila ada kesalahan cetak. Oleh sebab itu kemurnian Al-Qur’an tetap terpelihara  sepanjang masa. Andaikata ada orang yang akan memalsukan akan cepat diketahui.

Disamping ketelitian orang yang hafal Al-Qur’an, Allah sendiri telah menjaimin, bahwa Al-Qur’an tidak mungkin dipalsukan orang dan pasti akan tetap terpelihara.

Allah berfirman dalam surah Al-Hijr ayat 9 yang artinya: “Sesunggunya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.

Al-Qur’an adalah mi’jizat terbesar Nabi Muhammad S.A.W. Mu’jizat yang di berikan oleh ALLAH kepada para rasul-Nya tidak sama.

Nabi Ibrohim a.s tidak terbakar oleh api ; Nabi musa a.s dapat membelah laut merah dengan tongkatnya ; Nabi Isa bisa menyembuhka orang buta. Begitu juga dengan Rasul-Rasul lainya mempunya berbagai mu’jizat.

Sebagaimana disebutkan di atas, Al-Qur’an adalah mu’jizat terbesar bagi Nabi Muhammad S.A.W, karena mempunyai beberapa keistimewaan, diantaranya :

1. Bahasanya adalah bahasa sastra Arab yang indah, tidak ada seorang pujangga atau pengarang pun yang dapat menyainginya.

2. Al-Qur’an yang begitu tebal dapat dihafal seluruhnya. Tidak ada buku karangan seseorang yang dapat di hafal kata demi kata, walaupun oleh pengarangnya sendiri

3. Kalau ada orang yang ingin memalsukan selalu dapat di gagalkan.

Oleh sebab itu Nabi berpesan kepada umatnya, agar tetap berpegang teguh kepada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah beliau. Manusia tidak akan sesat dan selalu mendapat petunjuk selama berpegang teguh kepada keduanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s