Tips PERGAULAN ISLAMI ala Imam al-Ghazali

 

  • Mengutamakan Sahabat daripada diri sendiri.

Anggaplah sahabat kita lebih membutuhkan terhadap apa saja yang kita miliki, atau paling kurang anggaplah dirinya membutuhkan sama seperti kita, sehingga timbul rasa ingin memberi sebahagian dari harta yang kita miliki.

  • Hadir Saat Dibutuhkan

Acapkali manusia merasa enggan meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan tugas yang tidak mampu ia salesaikan sendiri, karena itu jangan tunggu sampai diminta, berikan bantuan semampu kita sampai tugas itu selasai dikerjakan.

  • Menjaga Rahasia

Siapa sih yang suka rahasianya terbongkar? G’da kan?, maka jangan bongkar rahasia orang lain, takot g’ bisa dipasang lagi. Orang yang menceritakan rahasia kepada kita adalah orang yang percaya dan yakin bahwa kita mampu menjaganya, tentu ia sangat asedih dan kecewa kalau ternyata kita bukan orang yang bisa dipercaya seperti yang dia harapkan.

  • Memberikan Pujian Dengan Jujur

Pujilah teman dengan jujur, dan jangan dilebih – lebihkan, karena selain dianggap dusta, pujian yang berlebihan juga terkesan mengejek. Samapaikan juga –dengan wajah riang — pujian orang lain terhadapnya yang tidak ia ketahui supaya hatinya bahagia.

  • Memanggil Dengan Nama yang Paling Disukai

Seseorang merasa sangat bahagia apabila kita mengingat namanya dengan baik dan memanggilnya dengan nama yang paling disukai. Jangan pernah panggil orang dengan “laqab” yang dibenci, dan yang lebih penting lagi jangan “melaqab” seseorang tanpa mengetahi dan yakin bahwa dia menyukainya.

  • Menghargai Niat Baik

Banyak orang suka dihargai, tapi jarang yang suka menghargai, padahal kita harus menyadari bahwa menghargai orang lain ialah penghargaan terhadap diri kita yang tertunda. Ucapkan terimakasih dan nampakkan rasa bahagia atas keinginan baik orang lain terhadap kita, walaupun keinginan itu belum terwujud.

  • Meluruskan Pandangan Negativ

Sayangi dan cintailah sahabat ikhlas karena Allah, jangan berburuk sangka, karena berburuk sangka hanya tuduhan semata. Usahakan juga untuk meluruskan pandangan negativ orang lain terhadap sahabat kita. Jelaskan dengan lemah lembut bahwa pandangan mereka kurang tepat.

  • Menasehati Dengan Bijak

Setiap orang pasti pernah salah, dan kita yang melihat kesalahan atau ketergelinciran orang lain sepatutnya memberi nasehat, namun banyak hal yang perlu diperhatikan dalam memberi nasehat, antara lain: (1) Jangan memberikan nasehat di tempat keramaian, karena hal itu sama saja dengan mencelanya. (2)Jangan marah, atau mencela, pilih bahasa yang paling halus.
 Mengiring Do’a
Tidak sejati namanya, kalau tidak mendo’akan sahabat setiap waktu. Do’a aja kok pelit…? apalagi soal “fulus”…….. capEx deh……

  • Mencintai saudara – saudaranya

Amat rugi jika persahabatan hanya berakhir saat sang sahabat dipanggil Ilahi, karena itu cintai dan jalinkan juga persahabatan dengan semua saudara-saudaranya, supaya persahabatan suci kita kekal selamanya.

  • Menyatukan perasaan

Maksudnya gembira saat teman kita bahagia, dan berduka saat ia sedang berduka, jika perasaan kita sudah menyatu seperti ini, itu tandanya persahabatan sejati and sampai ke hati.

  • Tidak Memberatkan

Jangan bebankan suatu tugas yang dapat memberatkannya, karena hal itu mungkin saja membuatnya jengkel dan menjauhi kita.

  • Mengucapkan Salam

Sesuai dengan namanya, salam dapat mendatangkan kedamaian. Penulis punya pengalaman menarik tentang salam. Waktu itu penulis melewati sebuah daerah yang banyak premannya, mereka suka minta rupiah ama yang lewat, tapi pas penulis lewat… n penulis beri salam.., mereka langsung menjawab dengan wajah heran, n lupa minta duitnya..he..he..99 x

  • Mempersilakan Duduk

Mempersilakan duduk dan melapangkan tempat duduk untuk orang yang datang terlambat ke suatu majlis terkesan pekerjaan ringan, tapi faedahnya banyak, karena orang tersebut merasa di hormati dan diharapkan kedatangannya ke majlis tersebut.

  • Menyambut Kunjungan

Alangkah sedihnya seseorang apabila kedatangannya ke rumah kita terasa seperti tamu tidak diundang, padahal terkadang ia telah bersusah payah meluangkan waktu untuk menjungi kita di tempat kediaman idaman, karena itu sambutlah kedatangan siapapun sama seperti menyambut kedatangan presiden…., berhubung presiden’a g’ datang…..

  • Tidak Memotong Pembicaraan

banyak orang pandai bicara, tapi tidak pandai mendengar, karena keinginan untuk bicara membuat seseorang memotong pembicaraan orang lain. Nah, sekarang belajarlah untuk mendegar orang lain bicara, perhatikan wajahnya dengan mata lembut dan jangan memotong. Jangan antum pikir orang senang meliat kita bicara tanpa sempat menelan ludah.
Sumber : http://peutrang.blogspot.com/2013/05/tips-pergaulan-ala-imam-al-ghazali.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s